Kebahagiaan Itu

Posted in Kontemplasi on Feb 09, 2008

Entah kenapa kok hari- hari terakhir, waktu terasa berlalu dengan begitu cepat. Rasanya jarum jam berputar lebih cepat dari biasanya. Belum dapat melakukan apa -apa, malam hari sudah datang. Atau mungkin ini hanya pikiran saya saja?

Hari - hari memang dibatasi oleh waktu. Tepat pada detik ini, entah berapa ribu bayi lahir kedunia, ada yang ditakdirkan hidup hanya beberapa hari atau beberapa minggu, kemudian secara tragis harus kalah oleh penyakit atau kemalangan yang lain. Yang lainnya ditakdirkan untuk bisa menyaksikan saat pergantian abad, menjalani hari -hari, mencicipi segala sesuatu yang disuguhi oleh kehidupan: kemenangan, keputusasaan,kekecewaan, kegembiraan, kebencian,kasih sayang dan lain -lain. Kita memang tidak akan pernah tahu. Entah hidup Cuma sehari atau seabad, pertanyaanya adalah Apa sih yang menjadikan hidup kita lebih berarti?

Ada yang bilang kalo tujuan hidup itu adalah meraih kebahagiaan. Bahkan tujuan agama pun seperti itu. Pengejaran terhadap kebahagiaan memang dilakukan setiap hari. Akan tetapi bukanlah hidup ini didasarkan pada pencarian kebahagiaan pribadi dengan adanya sifat mementingkan diri sendiri dan mau menang sendiri? Tidak harus begitu. Survei demi survei menunjukkan bahwa orang - orang tidak berbahagialah yang cenderung paling mementingkan diri sendiri, menjauhkan diri dari pergaulan,selalu cemas dan membenci orang lain. Sebaliknya, orang - orang bahagia umumnya lebih mudah bergaul dan kreatif ,serta mampu mengatasi kekesalan - kekesalan sehari - hari. Dan, yang paling penting, biasanya lebih penyayang dan pemaaf dibanding orang yang tidak bahagia.

Trackback URI | Comments RSS

9 Responses to “ Kebahagiaan Itu ”

  1. # 1 artana Says:

    Lahir?…Well come to the jungle….Semangaaat!

  2. # 2 devari Says:

    bli nyoman ini cerita mengejar kebahagiaan versi devari hehehe

    http://devari.wordpress.com/2007/10/16/a-story-of-pursuing-happiness/

  3. # 3 Nyoman Budarsa Says:

    Artana :::
    Yang penting semangat..
    devari :::
    Judulnya mengingatkan saya sama Will Smith dalam filmnya Pursuit of Happyness

  4. # 4 imsuryawan Says:

    yang penting adalah hidup berkecukupan Bli! Yen anak ngorang cukup ngelah umah abesik, mobil abesik, kurenan abesik, tanah abesik (a hektar), etc! hehehehe… ** melaib!!! ***

  5. # 5 franya Says:

    nikmatilah hidup itu walah dalam kesedihan atau kebahagiaan.. karena kamu hidup cuma sekali and itu penuh dengan harapan dan kenikmatan.. ( aduh rek puitis banget..)

  6. # 6 Faradina Says:

    Betul. Orang2 yg bahagia pasti orang yg penyayang, pemaaf, gak suka marah dan sejenisnya. Orang sering melakukan apa saja dan pergi kemana aja untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Padahal kebahagiaan itu justru ada disekitar kita. Ada dalam diri kita #halah..#

  7. # 7 chocovanilla Says:

    Orang yang bahagia adalah orang yang ikhlas menerima hidup apa adanya, yang menikmati hidup, yang bisa mencinta dan dicinta. Gampang-gampang susah ya cari kebahagiaan?

  8. # 8 aRya Says:

    ia ney
    jadi ngerasa nmabah oon ja
    coz masi banyk yang saia tidak tau
    hiks……..

  9. # 9 tunik Says:

    mengutip dari sini

    Bersyukurlah atas dirimu apa adanya…

    bagi saya itulah kunci kebahagiaan..

Leave a Reply


  • You Avatar
    This is part of my life that I call "being blogger".

  • Bali Blogger Community
  • Tinggalkan Jejak


  • Kunjungan

  • Galerry Photo

    sepak bola

    makan dulu

    Suatu hari di danau buyan

    besakih

    More Photos